Kamis, 23 Desember 2010

Voyager 1





Voyager 1 adalah sebuah pesawat antariksa nirawak yang diluncurkan 5 September 1977 dan sampai sekarang masih beroperasi di luar tata surya. Voyager 1 juga merupakan benda buatan manusia yang terjauh dari bumi pada 15 milyar kilometer dari bumi (100 Astronomical Unit atau 9,3 milyar mil, per 17 Agustus 2006) dan memasuki heliosheath setelah melewati termination shock yang membatasi tata surya. Pada jarak tersebut, sinyal dari Voyager 1 perlu lebih dari 13 jam untuk sampai ke pusat kontrolnya, Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena, California yang merupakan proyek bersama NASA dan Caltech.

Awalnya, Voyager 1 adalah Mariner 11 untuk Program Mariner. Secara kebetulan, teknologi Gravitational Slingshot yang digunakan waktunya cocok dengan susunan planet yang memungkinkan penggunaan gravitasi planet untuk pesawat luar angkasa tersebut atau Planetary Grand Tour. Voyager 1 diluncurkan setelah Voyager 2 pada 5 September 1977 dan diset pada jalur yang membuatnya lebih cepat sampai Jupiter dan Saturnus

Detail Pesawat Voyager 1



Identification

USSPACECOM Catalog No.: 10321
International Designation Code: 1977-084-A

Satellite Details

Orbit: Solar escape
Category: Interplanetary Probe
Country/Org. of Origin: USA
Mass: 800 kg

Launch

Date (UTC): 12:56, September 5, 1977
Launch site: Cape Canaveral SLC41,
Cape Canaveral, Florida, USA
Launch vehicle: Titan 3E

Perjalanan dari Pesawat Voyager 1 :

Saat diluncurkan, tujuan utama Voyager 1 adalah menyelidiki Jupiter dan Saturnus serta cincin dan bulan kedua planet tersebut. Sekarang, Voyager 1 sedang menyelidiki heliopause dan medium antar-bintang. Listrik Voyager 1 dibangkitkan menggunakan pembangkit termolistrik radioisotop (radioisotope thermoelectric generator) dan diperkirakan masih akan terus tersedia dan menyalurkan komunikasi dengan Bumi hingga sekitar tahun 2020. Saat ini (per 15 Agustus 2006), Voyager 1 meluncur pada kecepatan sekitar 61.000 kilometer per jam.

Timeine Perjalanan Voyager 1

1977 Mariner Jupiter/Saturn 1977 is renamed Voyager
1977 Aug. 20 Voyager 2 launched from Kennedy Space Flight Center
1977 Sept. 5 Voyager 1 launched from Kennedy Space Flight Center Voyager 1 returns first spacecraft photo of Earth and Moon

1979 Mar. 5 Voyager 1 makes its closest approach to Jupiter
1979 July 9 Voyager 2 comes in for its closest visit of Jupiter
1980 Nov. 12 Voyager 1 flies by Saturn Voyager 1 begins its trip out of the Solar System
1981 Aug. 25 Voyager 2 flies by Saturn
1982 Deep Space Network upgrades two 26-m antennas to 34-m
1986 Jan. 24 Voyager 2 has the first-ever encounter with Uranus Deep Space Network begins expansion of 64-m antennas to 70-m
1987 Voyager 2 "observes" Supernova 1987A
1988 Voyager 2 returns first color images of Neptune
1989 Aug. 25 Voyager 2 is the first spacecraft to observe Neptune Voyager 2 begins its trip out of the Solar System, below the ecliptic plane
1990 Jan. 1 Begins Voyager Interstellar Mission
1990 Feb. 14 Last Voyager Images - Portrait of the Solar System
1998 Feb. 17 Voyager 1 passes Pioneer 10 to become the most distant human-made object in space
2004 Dec. 18 Voyager 1 crosses Termination Shock
2007 Sep. 5 Voyager 2 crosses Termination Shock
TBD Voyager enters Interstellar Space

Voyager 1 di Angkasa





Hasil Yang Monumental Dari Voyeger 1 Bagi Dunia :

Voyager 1 diluncurkan pada tanggal 5 September 1977, sementara pesawat kembarannya, Voyager 2, pada tanggal 20 Agustus 1977. Tujuan asal pesawat jelajah NASA itu adalah untuk mengamati planet-planet luar yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tugas ini selesai pada tahun 1989. Kedua pesawat itu kemudian dikirim ke lokasi yang lebih jauh, ke arah pusat Galaksi Milky Way, galaksi tempat Tata-Surya berdada. Pesawat itu tetap bertahan dengan tenaga radioaktif yang mereka bawa. Alat-alat pesawat jelajah itu terus berfungsi bagus dan mengirimkan data ke Bumi, meskipun jarak yang sangat jauh antara mereka dan Bumi membuat pesan radio dari mereka harus menempuh waktu 16 jam.


Gambar Jupiter yang di ambil pada tanggal 1 1979


Ini merupakan Minas salah satuh bulan dari Saturnus yang di ambil pada tangga 1 November 1980

Kondisi Terkini Dari Voyeger 1 Bagi Dunia :

"Kami sudah sampai pada lokasi di mana angin dari Matahari, yang hingga sekarang selalu bergerak ke luar, tidak lagi bergerak ke luar. "Angin hanya bergerak ke samping sehingga akhirnya menyusuri ekor heliosfir, yaitu satu benda yang berbetuk komet," kata Dr Stone, yang berkantor di Institut Teknologi Kalifornia di Pasadena, Kalifornia. Fenomena ni merupakan dampak dari angin yang bergerak ke arah zat yang datang dari bintang-bintang lain. Batas antara keduanya adalah tepi "resmi" Tata-Surya atau heliopause. Begitu Voyager melewatinya, berarti dia masuk ke angkasa antar-bintang.

Dalam posisi 17,4 miliar kilometer dari Bumi, pesawat jelajah veteran itu mendeteksi perubahan aneh dalam arus partikel yang mengelilinginya. Partikel-partikel yang berasal dari Matahari itu tidak lagi bergerak ke luar tetapi ke samping. Itu berarti Voyager berada sangat dekat ke titik untuk melompat ke angkasa interstellar -yaitu angkasa antara bintang-bintang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar