Kamis, 18 November 2010

Bandara luar angkasa pertama di dunia







New Mexico akan menjadi bandara luar angkasa komersil pertama di dunia di mana Spaceport America rancangan Foster + Partners diperkenalkan akhir pekan lalu. Kerja sama antara negara bagian New Mexico dan Virgin Galactic, bandara luar angkasa pertama ini penuh dengan fitur-fitur hemat energi tercanggih. Sayangnya, proyek yang sangat dinantikan ini menunjukkan bahwa bahan bakar yang digunakan untuk pesawat luar angkasa ini berkontribusi besar pada pemanasan global. Ternyata bandara luar angkasa ini, salah satu bangunan paling ramah lingkungan di Amerika akan menjadi rumah bagi salah satu moda transportasi paling berpolusi.

Berlokasi di dekat kota Las Cruses, bangunan LEED Platinum ini menggunakan teknologi yang sangat terintegrasi untuk mengurangi konsumsi energinya. Bangunan low profile ini terlihat seperti bukit kecil dan terbuat dari materi-materi lokal. Para pengunjung masuk lewat sebuah jalan masuk yang menuju bangunan terminal. Di kedua sisinya, serangkaian pipa menyediakan udara di bagian interior gedung dan pipa pemanas yang bersumber pada bumi membantu mengurangi kebutuhan HVAC sekitar 50-70%.

Di bagian utama fasilitas terdapat sebuah pemanas sinar matahari yang besar dan deretan listrik yang juga memungkinkan cahaya masuk sampai ke hangar bagian bawah. Serangkaian lubang memenuhi atap, memungkinkan pencahayaan alami menyinari fasilitas ini. Karena bandara ini terletak di padang gurun, dan memiliki peralatan-peralatan besar, dan sejumlah besar orang sehingga menimbulkan panas di dalam bandara ini, karena itu bandara ini dilengkapi dengan cahaya pendingin di area publik, pendingin lantai, dan teknologi pendingin alternatif di hangar yang lebih besar untuk mengurangi konsumsi energi. Ventilasi alami yang menangani kebutuhan pendinginan lainnya.

Fasilitas ini diharapkan menawarkan setidaknya dua penerbangan luar angkasa sehari, mengingat dampak terhadap lingkungannya, mungkinkah bangunan luar biasa ini menggunakan teknologi hijau sebagai kedok?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar